PETA PERSAINGAN BANK LOKAL DAN BANK ASING

Peta persaingan perbankan di tanah air baik perbankan konvensional dan syariah sangat intense dan ketat. Ini terlihat jelas dengan masuknya beberapa bank-bank
asing ke Indonesia. Salah satunya bank asing konvensional dari Singapura dan Malaysia seperti Temasek Holding dengan 68% Kepemilikan saham di Bank Danamon, OCBC Bank dengan kepemilikan saham sebesar 70% di Bank NISP, CIMB Niaga dengan komposisi kepemilikan saham 60% Khazanah Nasional Bhd dan 20% CIMB Bank.

Tidak hanya itu. Bank asing seperti ANZ (Australia), Standard Chartered Bank, HSBC, Barclays yang berasal dari Inggris, Rabobank (Belanda), Texas Pacific dan Mercy Corp (Amerika), ICBC (China), State Bank of India (India), Tokyo Mitsubishi (Jepang) dan IFC (Korea Selatan) adalah beberapa bank asing dengan kepemilikan saham terbesar di beberapa perbankan Nasional.

Tidak Ketinggalan juga industri perbankan syariah di tanah air akan kedatangan pesaing dari Timur Tengah. Seperti Kuwait Finance House (KFH) salah satu Islamic Bank terbesar di Kuwait. Tidak hanya KFH saja yang berminat tetapi menurut Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya Siregar juga mengatakan ada dua investor Timur Tengah yaitu Albarkah dan Asian Finance Bank yang sangat tertarik untuk membeli bank lokal. "Mereka sudah datang ke kita dengan rencana mereka akan membeli bank lokal dan dikonversi ke syariah," ujar Mulya (www.detikfinance.com, 7 Desember 2009).

Dengan indikasi di atas persaingan industri perbankan pada tahun 2010 ini akan lebih
semarak. Dari laporan BI Juni 2008 jumlah pangsa pasar bank asing juga meningkat apabila dibandingkan pada tahun 1999. Untuk pangsa pasar aset sebesar 50% meningkat dari 11% di tahun 1999 yang dimiliki asing dari total aset perbankan nasional sekitar 45% pangsa pasar kredit dari total 20% di tahun 1999, dan 40% pangsa pasar dana pihak ketiga meningkat dari 11% di tahun 1999.

Ada beberapa hal yang membuat bank asing tersebut berminat untuk berinvestasi di Indonesia. salah satu contributing factor yang significant adalah tingginya Net Interest Margin (NIM) perbankan di Indonesia. Kalau di negara mereka bank asing tersebut hanya bisa mendapatkan NIM maksimal sebesar 2-3%. Tetapi, di Indonesia industri perbankan nasional bisa meraih NIM dengan rata-rata sebesar 6%.

Sebut saja beberapa bank plat merah terbesar di tanah air. Untuk bulan September 2009 Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah berhasil meraup NIM sebesar 9,1%, Bank Nasional Indonesia (BNI) 6,1%, dan Bank Mandiri (BMRI) 5,2%. Dan, beberapa bank-bank yang termasuk dalam bank 10 besar di Indonesia seperti Danamon 8,2%, Bank Central Asia (BCA) dengan NIM 6,6%, CIMB Niaga 6,6%, Citibank 6,6%, BII Maybank 5,8%, Permata 5,5%, dan Panin dengan perolehan NIM sebesar 4,7% (Laporan Keuangan Publikasi Bank dan Bank Indonesia, diolah).

Masuknya bank-bank asing ke Indonesia haruslah ditanggapi dengan serius oleh pihak regulator dalam hal ini Bank Indonesia dan juga industri perbankan nasional. Tentunya bank-bank asing tersebut sudah dapat dipastikan membawa sistem dan business strategy yang terbaik yang telah mereka implementasikan sekian lama di negara mereka. Oleh karena itu bank-bank nasional khususnya bank-bank pemerintah harus bisa bersaing lebih kompetitif lagi to win the competition in the industry.

Akan sangat tragis apabila 10 tahun mendatang kita melihat bahwa bank terbesar di negeri kita sendiri dimiliki oleh asing. Dengan demikian ada beberapa critcal notes yang penulis ingin sampaikan untuk memperkuat posisi perbankan nasional kita ke depan.

Pertama, Pemerintah dan BI harus secara progressive mengeluarkan regulasi yang supportive terhadap Bank-bank nasional agar bisa bersaing secara kompetitif dengan bank-bank asing. Hal ini telah di perhatikan oleh BI di mana salah satu regulasi dari BI adalah akan mewajibkan cabang bank asing yang beroperasi di Indonesia berubah menjadi badan hukum perseroan terbatas (PT) untuk memudahkan pengawasan dan pengaturan. Dengan demikian bank asing akan tunduk dengan ketentuan hukum perusahaan di Indonesia.

Langkah ini menjadi concern BI karena keberadaan bank asing yang beroperasi di tanah air kian banyak dan cukup kompleks. Di samping itu, pemerintah dan BI juga harus memperhatikan perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia agar regulasi mengenai tax insentif untuk perbankan syariah harus segera digodok agar mampu mendorong industri perbankan syariah meningkatkan kinerjanya.

Kedua, Perbankan Nasional khususnya bank plat merah harus mampu memberikan servis yang berkualitas kepada masyarakat. Kalau dulu bank-bank pemerintah terkenal dengan servisnya yang lambat, bertele-tele, tetapi sekarang penulis bangga. Perbankan nasional sudah mulai mereformasi kualitas servis yang diberikan kepada nasabah.

Kualitas servis yang baik sangat penting untuk meningkatkan kepuasan dan juga loyalitas customer. Hal ini sudah dicapai oleh Bank Mandiri dengan meraih "The Best Bank Service Excellence Award" pada tahun 2007 dan 2008.

Prestasi Bank Mandiri ini agar bisa dipertahankan ke depan dan menjadi lokomotif penggerak serta dapat memotivasi bank nasional lainnya untuk memberikan kualitas servis yang terbaik kepada nasabahnya. Apabila servis yang diberikan mengecewakan bank-bank nasional harus bersiap-siap nasabah mereka direbut oleh bank-bank asing lainnya yang sudah memiliki senjata pamungkas untuk menaikkan pangsa pasar mereka di Indonesia.

Ketiga, bank-bank nasional yang sudah listed di pasar saham harus meningkatkan kinerja keuangannya agar dapat meningkatkan nilai Kapitalisasi pasarnya (Maket
Capitalization). Semakin besar nilai Market Capitalization suatu perusahaan terbuka hal ini mununjukkan indikasi yang baik. Sebab, selain kinerja keuangan dan reputasi perusahaan tersebut di nilai outstanding market capitalization yang tinggi dapat menyulitkan pihak lain untuk membeli perusahaan tersebut.

Oleh karena itu bank-bank nasional harus mampu meningkatkan market capitalization mereka agar tidak mudah untuk dibeli asing karena dengan tingginya marke capitalization bank tersebut. Maka Price to book value (PBV) akan tinggi pula dengan kata lain lebih tinggi nilai market capitalization suatu bank. Lebih mahal harga bank tersebut untuk diakusisi atau di beli.

Dengan beberapa prestasi bank nasional yang membanggakan ini baik BUMN dan swasta seperti Bank Mandiri dan BCA yang market capitalization mereka sudah mencapai USD 10 miliar di tahun 2009 dan yang cukup membanggakan kedua bank nasional tersebut masuk ke dalam top bank kategori bank dengan market capitalization di atas USD 10 milliar sebagai Large Regional Players di Asia bersama dengan Hang Seng Bank (Hong Kong), KB Financial Group (Korsel), DBS bank, UOB Bank, dan OCBC bank yang ketiganya dimiliki oleh Singapura dan Maybank Malaysia (Sumber: Bloomberg).

Walaupun banyak dan kompleksnya pemain asing yang masuk dalam persaingan industri perbankan nasional dengan adanya regulasi yang supportive dari pemerintah dan BI perbankan nasional kita masih tetap bisa exist dan menunjukkan taringnya selama memberikan pelayanan yang berkualitas kepada nasabah. Selain itu tindakan kejahatan perusahaan harus dihapuskan dalam manajemen perbankan nasional. Seperti praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Dan, hal yang perlu diperhatikan juga ialah untuk strategi ke depan. Bank-bank nasional tidak hanya harus fokus kepada peningkatan Net Interest Income saja. Tetapi, juga harus meningkatkan portfolio Fee Based Income-nya dan juga harus berani berinvestasi dan menyalurkan pembiayaan di high return businessess seperti salah satunya ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Dengan demikian perbankan nasional dapat berperan dan berkontribusi meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya sektor riil dalam rangka meningkatkan tarap hidup rakyat banyak yang sesuai dengan inti dan tujuan dari UU perbankan No 7 tahun 1992/ No 10 tahun 1998.

Salah satu bank asing yang getol-getolnya mengucurkan kredit ke sektor UKM di daerah adalah Standard Chartered Bank (SCB). Simon Morris, CEO SCB menegaskan, untuk memperbesar pangsa pasar kreditnya, SCB kini menyasar kalangan pengusaha dari kelompok UKM, yang telah berbisnis minimal selama tiga tahun dan memiliki omzet berkisar Rp 900 juta hingga Rp 150 miliar per tahun.
Bank Indonesia, selaku pengawas industri perbankan nasional, tampaknya tak merisaukan agresivitas bank asing dalam me-ngembangkan jaringannya. Soalnya, kata Rusli Simanjuntak, Direktur Direktorat Supervisi Bank 2 Bank Indonesia, langkah ekspansif tersebut turut memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal senada juga diungkap Pande Radja Silalahi, Ekonom CSIS. Menurut Pande, selama bank asing tunduk pada aturan yang dibuat BI, tidak ada yang perlu dipermasalahkan. ”Dengan berlakunya aturan main pasar bebas, sudah bukan saatnya lagi bank lokal minta perlindungan BI untuk membatasi ekspansi bank asing,” tuturnya.
Memang, masuknya bank asing ke sejumlah daerah, akan membuat persaingan antarbank semakin ketat. Tapi, dalam hal ini yang diuntungkan adalah para pengusaha UKM. ”Bagi pengusaha kecil, kemudahan memperoleh akses kredit jauh lebih penting ketimbang persaingan antara bank asing dengan lokal,” tegasnya. Toh selama ini, menurut pengamatan Pande, keberadaan bank asing tersebut belum pernah mematikan bisnis bank lokal.

www.trust.com
Andy Rio Wijaya MBA dan Arfi Saputra Wijaya - suaraPembaca
www.detik.com

curahan hatiku

kapan sidang???kapan sidang???
pertanyaan itu terus teriang2 ditelingaku...
hatiku takut mengecewakann org yg kusayang...
tapi kutakmau mengecewakan mereka...
aku harus tegar..aku harus kuat..aku pasti bisa...
hidup ku masih panjang...mereka yg kusayang menunggu kesuksesanku..
semangat wit..kamu pasti bisa..

bete

kenapa gw bisa bete tiba" yak????hoaaahhh...
niat besok mau ketemu Dp bisa ancur neh kalo kayak gini...huuuftt
aduuhhh...gw mesti ngapain neh biar bete gw ilang???
nyanyi???ga ngaruh
joget" kyk orang gila???ga ngaruh??
ngapain dunk???
org rumah lagi bikin gw bete...
aaarrrrrrrrrggggggggggggggggg!!!!!!!!!!!!!!

beteeeeeeeeeeeeeeeeee..............

makaaaaaaaaannnnnn......enk kayaknya neh....tapi duit ga mendukung gini...gimana inihhhhhh!!!!!!!!

"Penyihir" Muda dari Keluarga Yahudi

VIVAnews - Di tengah gempuran soal tuntutan perbaikan privasi pengguna, Facebook siap menggelar pesta besar-besaran beberapa pekan mendatang. Jika tak ada aral melintang, kemungkinan 25 Juni 2010, Facebook akan mengumumkan berita besar: "Jumlah pengguna tembus 500 juta orang."

Itu berarti populasi Facebook lebih besar dari penduduk Indonesia sebanyak 230 juta orang atau penduduk Amerika Serikat 300 juta orang. Bahkan, pengguna Facebook adalah terbesar ketiga di dunia, setelah penduduk China yang berjumlah 1,6 miliar orang dan India 1,1 miliar orang.

"Kami seringkali menahan pengumuman pertumbuhan Facebook dan menyatukannya dengan pengumuman penting lain seperti misalnya peluncuran produk," demikian pernyataan Facebook Kepada situs Search Engine Land, 19 Mei 2010. "Jadi, jumlah pengguna Facebook sebenarnya, seringkali lebih besar daripada yang kami umumkan saat itu."

Sungguh luar biasa. Hanya dalam tempo enam tahun sejak didirikan, Facebook telah masuk jajaran web paling berpengaruh di dunia. Facebook tidak sekedar sejajar dengan Microsoft yang membuat komputer lebih mudah bagi semua orang, Google yang membantu kita mencari data, atau YouTube yang membuat kita terhibur. Facebook punya keunggulan besar lain: mampu merekam dan sekaligus fasilitas berbagi emosi penduduk bumi. Facebook tak cuma membuat pengguna tersenyum, bergidik atau marah, tetapi juga membuat mereka bisa berbagi foto, kesal jika komentar jenaka tidak direspons, juga memperbaiki status jadi sudah menikah, kembali menjadi single atau status "complicated".

Tak mengherankan jika Facebook sukses menyihir ratusan juta orang dari berbagai penjuru bumi, termasuk 100 juta pengakses lewat ponsel. Kini, rata-rata 1 dari 4 pengguna internet di dunia tak cuma mempunyai akun Facebook. Bahkan, diperkirakan jumlah pengguna Facebook bakal mendekati 600 juta sebelum tahun ini berakhir.

***

Pertanyaannya adalah, siapa sosok di belakang Facebook?

Dialah Mark Elliot Zuckerberg, pria jenius jago komputer yang kini berusia 26 tahun. Ia lahir di White Plains, New York pada 14 Mei 1984. Ia adalah putra dari pasangan keluarga Yahudi-Amerika, Edward dan Karen Zuckerberg. Ayahnya, seorang dokter gigi dan ibunya dokter umum di Dobbs Ferry, New York, tempat Mark dibesarkan.

Mark dikenal sebagai seorang programmer muda super inovatif. Facebook, yang merupakan situs jejaring sosial, hanyalah salah satu lecutan Mark yang diciptakan semasa duduk di bangku kuliah. Inilah karya yang melambungkan nama, juga pundi-pundinya.

Sebelum kuliah di Harvard, Mark bersekolah di Ardsley High School, New York tahun 1998 sampai 2000. Belum tuntas sekolahnya di situ, ia pindah ke Phillips Exeter Academy. Di sekolah ini akhirnya ia menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA)-nya, tahun 2002.

Kreativitas Mark sudah sudah menonjol sejak remaja. Saat duduk di bangku SMA, dia pernah membuat Synapse, sebuah program untuk mempelajari kebiasaan orang mendengarkan musik. Software bernama Wirehog, aplikasi peer-to-peer alias penghubung antar komputer via jaringan internet, juga pernah ia buat.

Microsoft dan AOL sudah mencoba membeli Synapse dan menawarkan pekerjaan bagi Zuckerberg. Tawaran dua perusahaan raksasa teknologi informasi itu datang gara-gara proyek hacking yang digarapnya sukses besar.

Namun, Mark sama sekali tidak tergiur. Alih-alih menerima pinangan dua perusahaan -- yang banyak diimpikan oleh lulusan universitas di seantero negeri Paman Sam itu -- Mark malah memilih masuk jurusan psikologi Harvard University. Jurusan yang sama sekali jauh dari kegemarannya mengutak-atik komputer.

Di Harvard, ia memang kuliah di Psikologi. Tetapi, Mark menjadi aktivis Alpha Epsilon Pi, sebuah kelompok penggemar program komputer. Proyek perdananya adalah Coursematch. Ini adalah situs khusus para mahasiswa agar bisa mengintip daftar mahasiswa pengambil kelas tertentu. Situs ini menarik banyak mahasiswa-mahasiswi yang ingin mencari pasangan.

Proyek lainnya, yakni Facemash.com. Ini situs khusus pemberi rating foto siswa-siswi Harvard. Situs ini serupa dengan Hot or Not (www.hotornot.com). Gara-gara situs ini, petinggi Harvard meradang hingga membredelnya. Facemash akhirnya termasuk situs yang umurnya paling pendek di dunia: cuma empat jam. Rapat petinggi Harvard memutuskan: Mark Zuckerberg harus dihukum.

Tiga bulan setelah hukuman itu, pada 4 Februari 2004, Mark meluncurkan Facebook dari asramanya di Harvard. Sambutannya ternyata luar biasa. Situs itu sukses besar. Lima belas hari setelah diluncurkan, lebih dari dua pertiga siswa Harvard mendaftarkan diri di Facebook.

Lantaran di Harvard sukses besar, Mark lalu memutuskan untuk menyebarkan Facebook ke kampus lain. Dia meminta bantuan teman sekamarnya, Dustin Moskovitz. Dua anak muda itu rajin menyebarkan Facebook ke Stanford, Columbia, dan Yale. Pada awal musim panas 2004, Mark dan Dustin sudah berhasil menyebarkan Facebook hampir ke 30 sekolah.

Belum selesai musim panas 2004, Mark Zuckerberg bersama Dustin Moskovitz pindah ke Palo Alto. Mengajak pacarnya Priscilla Chan, plus beberapa teman lain, Mark terus mengembangkan Facebook. Rencananya, Mark dan teman-temannya pulang ke Harvard di musim gugur. Tapi rencana kembali ke kampus tidak pernah terjadi. Mark memilih menetap di California dan tidak melanjutkan kuliah. Priscilla tetap kembali ke kampus.

Di Palo Alto, Mark bersama kawan-kawannya menyewa sebuah rumah kecil. Inilah kantor pertama mereka. Di musim panas tersebut Mark juga bertemu dengan Peter Thiel yang kemudian bersedia untuk melakukan investasi di perusahaan baru itu. Sejak saat itu kesuksesan terus diraih. Mereka kemudian menyewa sebuah kantor di University Avenue di pusat kota Alto.

***

Kini, Facebook terus melaju. Bahkan, prestasi demi prestasi terus dicapainya. Simak saja sedikit contoh deretan capaian berikut: Ada lebih 1 juta pengembang dan wirausahawan dari 180 negara turut mengembangkan platform Facebook. Sebanyak 2/3 dari 100 situs terpopuler di AS versi ComScore dan separuh situs terpopuler di dunia terintegrasi dengan Facebook. Bahkan, 200 operator selular di 60 negara turut mempromosikan Facebook mobile.

Tak heran, jika sayap bisnisnya terus berkembang. Kini di kantor pusat, Facebook telah memiliki tujuh buah bangunan di Palo Alto, yang disebut oleh Mark sebagai “urban campus”. Di luar itu, kantornya mulai menyebar ke Atlanta, Michigan, Chicago, Dallas, Detroit, New York, Washington DC. Sedangkan di luar negeri sudah ekspansi ke Dublin, London, Milan, Paris, Stockholm, Sydney dan Toronto.

Yang tak kalah pentingnya, selain sukses memikat ratusan juta pengguna internet, magnet Mark berhasil "menyihir" para eksekutif pentolan dari perusahaan jawara teknologi lainnya, seperti Yahoo, Google, Amazon dan eBay. Banyak petinggi dari perusahaan itu yang memilih bergabung dengan Facebook.

Sebut saja misalnya David Fischer, Wakil Presiden bidang Iklan Facebook yang sebelumnya adalah Wakil Presiden Penjualan Online Google selama tujuh tahun. Selain David, beberapa petinggi Google lain yang pindah ke Facebook adalah Sheryl Sandberg dan Elliot Schrage.

Di luar Google ada Mike Murphy, mantan pejabat penjualan Yahoo yang kini menjadi Wakil Presiden bidang Penjualan Global Facebook. Ada juga Lori Goler, mantan pejabat pemasaran eBay yang kini menjabat Wakil Presiden bidang Sumber Daya Manusia Facebook. Dari Amazon.com, ada Dan Rose yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden bidang Kemitraan dan Pemasaran Platform Facebook.

Dengan berbagai kemajuan seperti itu, tak mengejutkan jika bisnis Facebook kian menyala. Buntutnya jelas, kekayaan Mark kian menggunung. Menurut majalah Forbes edisi 10 Maret 2010 lalu, Mark berada di urutan 212 dari daftar 1.000 orang kaya dunia. Mark dinobatkan sebagai orang termuda paling kaya di dunia dengan total kekayaan US$ 4 miliar atau Rp 36 triliun.


komentar:
sangat tidak disangka,hanya dengan hobby otak-atik komputer bisa menjadikan org termuda terkaya di dunia....hobby yang sangat menghasilkan,,tapi hobbynya benar-benar ditekuni, benar-benar di dalami tak sembarangan...
bisa buat semangat buat anak-anak muda sekarang yang suka berwiraswasta...dari hobby yang sederhana bisa menghasilkan uang yang banyak...asal bisa tekun mendalaminya.....semangat buat anak muda Indonesia....

Wow, Virus Komputer Menyerang Manusia

LONDON, KOMPAS.com — Percayakah Anda bahwa virus komputer juga bisa menyerang manusia? Ketika pertama kali mendengar, hal tersebut mungkin mustahil karena keduanya beda sekali secara fisik. Virus komputer hanyalah kode-kode digital buatan manusia, sementara virus penyakit bersifat organik.

Namun, serangan virus komputer ke tubuh manusia mungkin saja terjadi saat perangkat berbasis komputer menyatu dengan tubuh manusia. Misalnya, virus menyerang lengan robotik, jantung buatan, atau organ implan yang sengaja ditanam ke dalam tubuh untuk berbagai keperluan di masa depan.

Untuk mengantisipasi serangan semacam itu, Dr Mark Gasson, seorang pakar cybernetika di University of Reading, Inggris, pun melakukan uji coba. Ia membuat virus komputer dan menginfeksinya ke dalam cip radio frequency of identification (RFID) yang ditanam di bawah permukaan kulit lengannya. Percobaan ini dirancang untuk mendemonstrasikan model penyebaran virus terhadap peralatan implan yang dipakai manusia.

Peralatan berbasis RFID yang ditanam ke tubuh Gasson adalah semacam komputer mini yang memancarkan sinyal. Melalui perangkat itu, Gasson bisa mengakses sistem keamanan untuk masuk ke ruangan-ruangan laboratorium atau mengaktifkan ponselnya. Fungsinya tak beda dengan kartu akses pada umumnya.

Saat Gasson masuk ke laboratorium, komputer yang mengatur akses ke ruangan tersebut akan membaca perangkat implannya. Itulah pintu masuk buat virus yang telah ditanamkan untuk menginfeksi komputer laboratorium. Saat koleganya juga masuk ke laboratorium, virus tersebut pun menular ke perangkat RFID orang tersebut.

Percobaan ini memperlihatkan bagaimana virus komputer dapat menular secara nirkabel antarmanusia saat ada sarana komunikasi di antara keduanya. Suatu ketika, orang yang jahat bisa saja membuat virus untuk menembus sistem keamanan daerah terlarang seperti server database universitas atau perusahaan melalui pola tersebut.

Dalam percobaan ini, pengguna implan RFID mungkin tak akan terganggu kesehatannya saat virus komputer menginfeksi perangkat di tubuhnya itu. Namun, bagaimana kalau virus tersebut menyerang implan di alat vital, misalnya alat bantu pendengaran atau jantung buatan?

Awas, Serangan Ini Bisa 'Delete' Teman Facebook Anda

[Awas, Serangan Ini Bisa 'Delete' Teman Facebook Anda] Awas, Serangan Ini Bisa 'Delete' Teman Facebook Anda

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah kelemahan di Facebook berpotensi dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab untuk mengacak-acak akun pengguna layanan jejaring sosial tersebut. Pasalnya, melalui celah tersebut, peretas (hacker) bisa menghapus (delete) daftar teman tanpa seizin pemilik akun.

Kelemahan tersebut ditemukan Steven Abbagnaro, mahasiswa di Marist College, Poughkeepsie, New York. Ia mengatakan bahwa orang yang tak bertanggung jawab mungkin saja mengombinasikan serangan ke celah tersebut dengan spam atau worm untuk menyebar ke sebanyak mungkin pengguna secara efektif.

Abbagnaro menjelaskan, kode program bisa dibuat untuk menghapus data-data yang dipublikasikan oleh pengguan Facebook. Kemudian, kode itu satu demi satu menghapus teman-teman si pemilik akun. Namun, untuk bisa bekerja, pelaku harus menjebak korban agar menjalankan kode tersebut dengan menge-klik tautan ke kode jahat tersebut.

Ia tak mau mengungkap kelemahan atau kode yang bisa menyerang tersebut sampai Facebook melakukan perbaikan. Namun, ia yakin bahwa peretas yang andal pasti punya cara untuk mendeteksi kelemahan itu, tinggal berniat jahat atau tidak.

Sebelumnya, MJ Keith, analisis keamanan senior dari Alert Logic, juga melaporkan kelemahan sejenis. Ia melaporkan kelemahan yang disebut "cross-site requet forgery bug". Melalui celah tersebut, pelaku yang iseng bisa memilih tombol "like" tanpa sepengetahuan pengguna.

Jadi, buat pengguna Facebook, jangan asal ngeklik. Pastikan apa pun yang Anda klik bisa dipercaya.


wahhh...makin harii para hacker makin meraja lela saja ya..yg nammanya jaringan sosial byk bgt kelemahan ya...
harus hati-hati klo ngeklik2 apalagi klo bkn d komputer pribadi...kejahatan akan terjadi karna adanya kesempatan,,waspadalah!!!

menggiurkan tapi haram.....

berita www.detik.com...
Seorang warga Filipina berinisial MFV (23) tertangkap petugas saat akan menyelundupkan heroin sebesar 2.611 gram di Bandara Adisucipto Yogyakarta.
Barang haram senilai Rp 6,5 miliar itu berhasil diamankan dari tersangka oleh petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Yogyakarta.

Pelaku ditangkap pada hari Minggu (25/4/2010) sekitar pukul 08.30 WIB. Tersangka merupakan penumpang pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur tujuan Yogyakarta, nomor penerbangan AK-594.

wooww...bayangkan saja...heroin dgn berat 2.611 gram bisa senilai Rp 6.5 milyar...
terbuat dari apa ya heroin itu???kenapa bisa lebih mahal dari sebuah berlian...
kalau diliat dari uangnya sangat-sangat menggiurkan...hanya dengan menjual heroin dengan berat 2.611 gram bisa buat beli rumah, mobil mewah, apapun barang mewah yang kita inginkan...
tapi sayang barang itu adalah haram...
barang yang bisa merusak masa depan bangsa indonesia, bisa diperjual belikan dengan mudah, bisa masuk dengan mudah..
bagi pihak bea cukai harus lebih hati-hati lagi akan masuknya setiap barang ke indonesia, mana kita tau di balik semua barang canggih tersembunyi hal negatif yang bisa merusak moral penerus bangsa INDONESIA...